Mimpiku Dan Ternyata Kelud…

Suara langkah kaki itu terdengar semakin kencang…Ketika Aku amati lagi suara itu, itu bukan suara satu orang yang sedang melangkah karena kebingungan…Ini suara langkah ratusan orang. Mereka berbondong-bondong berlari…berusaha menyelamatkan diri karena suara letusan itu semakin kencang…

Aku hanya seorang anak SD yang baru saja terbangun dari mimpi indahku…Satu kalimat yang aku ucapkan sambil mengucek mata ini “Ibu, ada apa mengapa begitu ramai?”, aku bertanya dengan suara yang serak dan lirih efek bangun tidur yang masih kental menyelimutiku.

Ibuku yang saat itu tergesa-gesa mengambil barang seperlunya dan menjawab pertanyaanku “Gunung Kelud meletus nak….Saatnya kita pergi dari sini…”

Mimpi indahku tentang terbang ke langit menggunakan pesawat terbang rasanya hancur seketika ketika aku tahu bahwa sekarang bahaya sedang menerjang.

Kini aku tahu rasanya terdesak dan harus segera beranjak dari zona nyaman tidurku.
Aku dan ibuku segera bergegas berlari keluar dari rumah…Rumah kami yang jaraknya sekitar 30 km itu menjadi terasa sangat dekat dengan gunung Kelud ketika ia meluap-luapkan cairan panasnya dan suara letusan yang sangat keras dan memekakan telinga itu. Membuatku ingin segera berlari sekencang mungkin menyelamatkan diri…

Ibuku terus memegang erat tanganku…dan dia berkata “Jangan sampai kita terpisah…apapun yang terjadi ibu akan selalu melindungimu”
Sambil gembolan berwarna hitam itu terayun-ayun dibahunya…

Hari ini semua bercampur aduk…rasa takut mati begitu kencang dan tak terbendung apakah aku harus mati dengan cara yang singkat? Karena bencana alam?
Aku hanya berserah dan berusaha menyelamatkan diri sampai ke tempat penampungan…

Tempat penampungan itu berada sekitar 10 km dari rumah kami..tapi ternyata…butiran-butiran debu vulkanik itu…terus saja menyertai perjalanan kami menuju tempat penampungan…

Puji Tuhan…aku sampai dengan selamat bersama ibuku dengan menggunakan mobil pengangkut seadanya…
Kini kami berada di penampungan semoga bencana alam ini cepat berlalu dan suara letusan itu segera padam….

Mimpiku yang indah terbang ke langit bersama dengan pesawatku nanti pasti akan terwujud…

Iklan

Sewindu

Cerpen ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Sewindu,

Cerpen ini dibuat karena aku pribadi dapet request dari teman baikku 🙂 Fajar Indra Kusuma.. This is for you 🙂

Dan dipopulerkan oleh Tulus,

Liriknya kaya gini teman- teman pembaca setia blogku 🙂

*******************************************************************************************************
Kisah ini bukan dimulai, tetapi sudah tersurat dari takdir Tuhan bahwa Rena harus bertemu dengan Rifa. Delapan tahun yang lalu tepatnya ketika Rifa dan Rena masih memakai seragam putih biru dengan saku bersablonkan lambang OSIS. Masa Sekolah Menengah Pertama yang mempertemukan mereka dalam naskah Tuhan yang sudah diatur bahwa Rifa harus bertemu dengan Rena di depan tempat mangkal anak-anak SMP Jaya Wijaya.
Kala itu, Rena sedang asik ngobrol dengan teman satu gengnya. Rena gadis belia dengan wajah indo berparaskan manis, anak muda mana yang tidak akan berpaling padanya. Rifa pun tak menolakkan pandangannya, melainkan terpaku melihat gadis manis itu.
Sejak itu Rifa sudah jatuh Cinta padanya. Ya suratan itu dalam naskah yang telah diketikkan Tuhan.. Rifa menyukai Rena sejak pandangan pertamanya itu. Banyak cowo-cowo yang mengejar Rena mulai dari adik kelasnya Rena sampai kaka kelasnya Rena banyak yang nguber-nguber dia untuk jadi menjadi pacarnya.
Rifa banyak nasehat dari teman-teman cowonya, “Fa, lo masih blum berani deketin si Rena? Keburu si Rena di embat orang lo bakalan nangis darah, Fa! ” salah satu temannya asal nyeplos sambil mengunyah buble gum rasa strawberry.
Rifa hanya melotot ke arah Sakti, dan hanya NO COMMENT. Tapi ada satu temannya yang mulai angkat bicara lagi, namanya Cipta. Cipta ini cowo cool dengan selalu pasang tampang enchant kepada setiap cewe yang ia lihat mulai berkomentar, “Boy, knapa ga lo mulai jadi sahabat si Rena ? Lo deketin dia dengan niatan awal sebagai sahabat. Nanti ceritanya akhirnya bakalan kaya temen gw tuh jadinya pacaran dari sd sampe sekarang. Mantap kan bro? “
Rifa yang saat itu masih asik membaca komik detektif Conan mulai menutup komiknya dan tertarik akan ajaran Cipta. Anyway, entah itu ajaran yang menjerumuskan atau.. ajaran dengan berbuah hasil yang baik?
Naskah yang dituliskan Tuhan ini baru dimulai, dan Rifa memulainya dengan berkenalan dengan Rena lewat salah satu jejaring sosial yang lagi UP TO DATE dan naek daun di masa mereka masih SMP. Ya, lewat Friendster. Rifa memulai pertemanan dengan Rena.
Rifa menikmati proses pertemanan itu, bagaimana tidak menikmati? Rifa  justru lebih sering bertemu dengan Rena dan mengalahkan 1001 cowo-cowo yang naksir berat sama Rena. Mereka sering ke perpustakaan bareng, jajan siomay dan batagor bareng, kerja kelompok kalau mereka lagi sekelas. Sampai akhirnya, waktu perpisahan itu harus di mulai. Mungkin tepatnya dua sejoli ini bukan perpisah, tetapi berbeda sekolah tidak seperti dahulu yang masih satu SMP.
Tak terasa tiga tahun dilalui Rifa dan menjadi predikat sahabat cowo terlama yang dimiliki Rena. Rena itu sangat feminim, jarang sekali bisa bergaul dengan cowo. Tapi kali ini lain ! Tiga tahun sudah tali persahabatan itu.Sebenarnya Rena tidak ingin beda sekolah dengan Rifa. Namun karena himpitan ekonomi dari keluarga Rifa memaksa ia agar ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan sedangkan Rena masuk ke Sekolah Menengah Umum biasa.
Ini hari terakhir mereka pulang bareng dari SMP yang sudah mereka datangi setiap hari Senin – Sabtu. Sedih rasanya tapi proses perkembangan itu memang harus di alami setiap manusia. Hari itu, tepat di hari Jumat… Hari yang tidak pernah dilupakan oleh Rifa, mereka pulang bareng dengan menaiki sepeda ontel milik Rifa. Rena duduk dibelakang dalam boncengannya…
Rena memegang kencang pinggang Rifa, Rifa tidak bisa menahan rasa itu rasa senang yang begitu bergejolak seperti air mendidih. Muka Rifa berubah menjadi merah padam. Untungnya Rena tidak melihat rona muka Rifa yang sudah berubah 180 derajat itu 🙂 .
Rena yang masih duduk di belakang Rifa, mulai membuka topik pembicaraan dan ini bukan sekedar basa-basi dari Rena. Hmm.. bisa dibilang ungkapan hati Rena tentang kisah persahabatan sejati yang ia alami selama tiga tahun belakangan ini,”Fa ! Kamu tau ga sih ? Kamu sahabat cowo aku yang paling awet dan satu-satunya..Makasih buat semuanya.. Sebenernya aku… aku sedih harus ga satu sekolah sama kamu. Aku ga tau rasanya nanti ketika aku mulai duduk di bangku SMU. Apakah aku bisa dapet teman deket kaya kamu. Kamu baik banget sama aku.”
gesture tubuh Rena mulai berubah. Rena tidak memegang pinggang lagi, tapi gerakan halus memeluk pinggang Rifa. Saat itu yang dirasakan Rifa hanya detak jantung yang super kencang, tak bisa berkata apa-apa dan mukanya semakin berwarna merah terang bukan padam lagi ! 🙂
Bosehan sepeda itu mengalun seperti melodi cinta untuk Rifa dan ia berharap bosehan ini tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun karena pelukan Rena ingin ia rasakan selamanya tetapi bukan seperti apa yang Rena ungkapkan. Rifa bukan hanya mengharapkan PERSAHABATAN tapi ia ingin CINTA.
Rifa hanya berkata dalam hatinya “Rena, akan kutunggu kau walau perlu waktu satu windu!  Akan aku tunggu kamu.”

******************************************************************************************************* ***

5 Tahun kemudian…
Waktu selalu berputar dan tak pernah behenti tak terasa predikat sahabat itu tidak pernah naik pangkat menjadi kekasih :(, Rifa tak berani ungkapkan, Rifa tak berani menguraikan kata yang sudah lama terkubur dalam hatinya itu. Rifa hanya mengukir perasaannya di depan komputernya, Satu bait yang bisa ia ungkapkan dari sewindu yang ia habiskan untuk menunggu Rena.. Satu bait itu mulai ia patri,
Sudah sewindu ku di dekatmu
ada di setiap pagi, di sepanjang hari
tak mungkin bila engkau tak tahu
bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama
Sudah lebih dari ribuan pagi ia lewati bersama Rena, tapi tidak membuat Rena menyadari bahwa Rifa bukan sekedar sahabat tapi sesesok pria yang mencintainya. Cintaaaaaaa dan bukan hanya persahabatan… Mungkin Rifa harus menyesal mendengarkan saran Cipta di delapan tahun yang lalu. But, ini bukan waktu menyesal buat Rifa..
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
di setiap pagimu, siangmu, malammu
Walaupun Rifa dan Rena berbeda sekolah dan sampai akhirnya Rena berkuliah tapi Rifa kuliah sambil kerja.. Rifa selalu meluangkan waktunya hanya untuk Rena pagi-pagi ia sudah datang dan siap menyambut sang puteri pemilik kastil hatinya itu di depan pintu rumah Rena dan selalu siapkan senyuman terbaiknya agar hari itu Rena selalu merasa ceria dan cerah 🙂 . Bagi Rifa senyuman manis yang tersimpul di wajah Rena cukup baginya. Di setiap pagi, sian, dan malam Rifa selalu setia menemani Rena tapi buat Rena predikat itu tetap di tingkat  yang sama SAHABAT.
Sampai akhirnya, semuanya menjadi jelas dan Rena jatuh hati kepada pria lain! Pria yang baru masuk di kehidupannya. kaka tingkat Rena di kampus. Lelaki ini memang menawan dan pintar.. gadis sebodoh apapun pasti akan lebih memilih Sakti dibanding Rifa yang bukan apa-apa. Rifa hanyalah pria pintar yang miskin dan tidak punya masa depan di mata gadis-gadis saat itu. Hati Rifa hancur posisinya tidak pernah naik derajat, tetap sahabat favorit untuk Rena.
Naskah Tuhan memang tidak seperti apa yang kita inginkan terkadang membuat miris, benci , tidak percaya , dan sakit hati tentunya. Sampai akhirnya bait-bait itu semakin terukur. Bukan hanya di selembar kertas putih tak bernoda, tapi di hati Rifa.
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Semenjak kehadiran Sakti, Rifa mulai menjauh. Rifa ingin melupakan Rena. Cinta yang ia tunggu selama delapan Tahun. Apakah Rifa bodoh? Apakah Rifa naif? Apakah Rifa tetap mencintai Rena??????? Sudah tidak ada lagi pagi hari yang sibuk dan terburu-buru bersiap-siap kekantor dan menjemput gadis manis pujaan hati ? Apakah rasa ini yang sudah ia jaga selama sewindu harus dibunuh secara paksa dan tiba-tiba?
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
di setiap pagimu, siangmu, malammu
Pangeran yang datang secara kilat itu telah menggantikan posisi yang baru saja akan ditempati Rifa. Entah apa yang telah ia berikan kepada Rena sampai Rena bisa jatuh dipelukannya dengan janji-janji cinta di masa depan yang ia umbar ? Rifa hanya bisa duduk di pinggir ombak pantai yang beriringan menari dan hanya bisa berteriak  kencang “Mengapa Rena? Mengapa kamu tidak menyadari bahwa aku telah berusaha sampai sekarang dan semua usahaku selama ini ??? Mengapa kamu tidak tahu Rena ? Di setiap pagi kita, semua malam yang aku persembahkan? Mengapa kamu?? ahhhhh!!!!!”,Rifa berteriak sambil menendang air ombak yang mendekat ke pinggir pantai.
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
dan kau lupakan aku semua usahaku
semua pagi kita, semua malam kita
Rifa duduk tersungkur di tepi pantai dibawah sunset dengan warna orange yang terang. Jujur saja pasti ini semua pasti sakit di hati dan jika sampai di akhir nanti ketika Rena memilih pendamping hidupnya kelak dan tak memilih Rifa. Rifa tidak semestinya sebodoh itu! Rifa hanya larut di dalam angan-angan tanpa tujuan yang jelas membuang waktunya secara percuma dalam SEWINDU.. :(. Naskah Tuhan itu memang berawal dan berakhir seperti ini untuk Rifa dan Rena.
Jujur memang sakit di hati
bila kini nyatanya kau memilih dia
takkan lagi ku sebodoh ini
larut di dalam angan-angan tanpa tujuan
#####################################################################################
Sekian guys cerpen yang saya buat jika ada saran yang ingin anda sampaikan bisa langsung comment di artikel ini ya 🙂
Created by : Willma Quenicka a.k.a Alexandra Anastasia
NB : Kalo ngopy tanpa izin apalagi mengaku-ngaku itu adalah karya Anda… Dosa di akhirat loh 😀 

Di Pandeglang Kaka Ketemu Teteh…

 

Aku bertemu dengan seorang gadis ketika aku mengikuti salah satu ajang bergengsi di Pandeglang.. Aku mengikuti pemilihan Kaka dan Teteh Pandeglang…Aku mengikuti ajang ini awalnya karena iseng saja untuk menambah pengalamanku… Pemilihan Kaka dan Teteh Pandeglang bertujuan untuk mencari duta wisata yang akan menjadi icon daerah dan turut serta membantu pemerintah daerah membangun dan mempromosikan potensi-potensi daerah baik dalam bidang kebudayaan, pariwisata dan lainnya…

Tetapi keisenganku ternyata membawaku ke taman cinta … Aku bertemu gadis yang benar-benar Aku dambakan … Ketika Aku melihatnya jantungku berdetak sangat kencang.. senyuman manisnya selalu terbayang…

Aku adalah Randy ..pria tampan tetapi tidak terlalu kaya memiliki otak yang cukup cemerlang…inilah modalku untuk mengajak gadisini berkenalan…

Suatu ketika Aku memiliki kesempatan untuk berkenalan dengannya.. ketika kami semua calon Kaka dan Teteh Pandeglang berada di salah satu daerah wisata provinsi Banten…

Walaupun kami berada di daerah wisata namun seluruh calon Kaka dan teteh Pandeglang berkumpul di suatu tempat karantina…Kami semua di karantina di suatu hotel di daerah kecamatan Sumur…

Di kala Aku memiliki kesempatan untuk mengenal gadisitu lebih jauh Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini … Aku berusaha mengajaknya bicara.. Kali ini ia sedang berada di taman hotel sendirian… Aku memperhatikan wajahnya yang putih merona, bentuk mukanya yang oval , matanya yang besar serta bola matanya yang berwarna hitam pekat menjadi pemikat utamanya…

Aku berjalan mendekati dia… perlahan kuatur langkahku.. sambil ku berjalan ku rapikan posisi kerah kemejaku.. dan aku pun sibuk melihat kearah pakaian yang aku gunakan… Aku rasa semuanya sudah cocok dan terlihat menarik untuk para gadisjika para gadismemandangku.. dengan percaya diri Aku menghampirinya..

Aku pun menyapa gadisitu …

Hai , sedang apa sendirian disini ? ” tanyaku

Jawab gadis itu “Sedang membaca buku…”

Aku merasa gadis ini seperti tidak nyaman dengan adanya Aku disampingnya… Aku berusaha mencairkan suasana supaya tidak kaku…Aku terus berusaha mengajaknya bicara…

Sedang membaca buku apa memangnya? ” tanyaku…

Aku sedang membaca demografi kabupaten Pandeglang… kecamatan apa saja yang berada di kota pandeglang, objek wisata apa saja dan masih banyak lagi yang sedang aku baca.. Ngomong-ngomong siapa ya namamu ? Aku belum kenal ..disini banyak sekali finalis… ” tanya gadisitu agak sedikit ketus…

Akhirnya…ia bertanya… pertanyaan itu yang aku harapkan… walaupun pertanyaannya ketus.. dia berusaha ingin mengetahui siapa aku .. walaupun pertanyaan itu hanya basa basi atau umum ditanyakan seseorang.. tetapi ini merupakan tanda lampu hijau untukku mendekatinya.

Aku pun menjawabnya “Namaku Randy ”

Aku menjawab dengan nada yang begitu tegas dan lantang.. Nadaku yang begitu tegas menandakan bahwa aku pria yang memiliki karakter yang kuat..Aku suka dengan karakterku yang begitu kuat sehingga orang benar-benar tahu bahwa karakter yang begitu kuat itu hanyalah Aku yang memiliki.

Aku pun bertanya kepada gadisitu “Siapa namamu ? ”

Dia menjawab dengan sedikit tersenyum “Namaku Raysha ”

Aku pun mulai sedikit bercanda dan berkata “Wah nama kita berinisial R ya.. jangan –jangan jodoh lagi …hehehehe”

Wajah Raysha berubah menjadi sedikit pucat ketika Aku mengatakan hal itu.. Dia pun tidak menggubris candaanku.. Malahan ia pergi sambil lalu begitu saja ketika Aku bercanda demikian..

Aku sedikit panik melihat reaksi Raysha yang tidak menanggapi Aku…Aku pun berusaha mengejarnya…

Aku pun memanggil namanya sambil berlari

Raysha….Raysha…”

Berkali –kali aku memanggil namanya tetapi sepertinya ia pura-pura tidak mendengarkanku..

Aku pun lelah mengejarnya… Aku berhenti berlari karena kelelahan berlari mengejarnya…Sungguh ironi… ingin mendekati gadisyang aku suka malahan dia seperti tidak menyukaiku…

Tetapi Aku Randy tidak akan menyerah begitu saja… Aku harap dimasa karantina ini, Aku bisa lebih sering bertemu dengan Raysha…

Tak terasa… malam pun tiba.. di sesi makan malam seluruh finalis Kaka dan Teteh bisa saling berbaur… Dimalam itu Aku pun melihat Raysha sedang memilih makanan yang akan ia santap.. Aku pun berusaha mendekatinya…dan mengajaknya duduk bersama…

Hi Raysha… ”

Hi Randy….”

Raysha ketika Aku sapa…masih saja sibuk memilih makanan yang akan dia santap… dan dia tidak menghiraukan keberadaanku disitu…Kali ini Aku mundur… Aku tidak jadi mengajaknya untuk duduk bersama… Aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk mendekatinya..

Akhirnya Akupun bergabung bersama dengan finalis yang lain dan berbincang –bincang sambil menyantap hidangan makan malam…

……………………………………………………………………………………………..

Hari demi hari Aku lalui… masa karantina pun tak terasa akan segera berakhir… Aku pun ingin mengajak Raysha ngobrol… sampai suatu waktu aku bertemu dengannya di Lift hotel…

Dan dewi keberuntungan memihak kepadaku… Di dalam lift aku hanya berdua dengan Raysha sehingga Aku dengan leluasa dan berbicara dengannya walaupun hanya beberapa menit saja…

Aku pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatanku…Akhirnya Aku bertanya kepada Raysha…

Hi Raysha… mengapa kamu begitu ketus kepadaku ? ” tanya Randy…

Aku?” Raysha berbalik memberi pertanyaan sambil menunjukkan telunjuknya kedepan hidungnya.

Iya ..Mengapa Engkau begitu ketus kepadaku ?” tanya Randy mengulang pertanyaan yang sama…

Aku cetus kepadamu karena Aku tahu maksud kamu …” jawab Raysha..

Dalam hati Aku pun berkata gadisini begitu sulit untuk ditaklukan.. benar-benar gadisyang sulit untuk didapatkan ..tetapi Aku semakin penasaran saja untuk mendekatinya…

Wow… maksudku ? Aku hanya ingin lebih dekat dan ingin mengenalmu lebih jauh.. itu saja maksudku… ”

Jadi benar hanya itu maksudmu ? ” tanya Raysha seperti memancing agar Aku berkata hal lain …tetapi Aku tahu bahwa ia sedang mengujiku.. maka Akupun balik bertanya kepada Raysha.

Raysha kalau kamu sudah tahu kenapa kamu begitu cetus.. Apa kamu tidak suka atau bagaimana? ”

Raysha tiba-tiba berkata :

Jadi gini ya Randy…. Kamu buktikan dulu deh bisa jadi Kaka di ajang ini dulu .. kalau kamu bisa lanjut mendekatiku…”

Aku sangat tidak percaya dengan ucapan Raysha barusan.. ini seperti anugerah tetapi anugerah yang mesti diperjuangkan.. karena Aku harus menang menjadi Kaka di daerah Pandeglang ini..

Setidaknya Aku harus menambah wawasanku tentang Pandeglang.. Sejarah Kabupaten Pandeglang, objek wisata , makanan khas, stasiun radio yang terkenal dan masih banyak hal lain yang harus aku ketahui tentang pandeglang…

Baiklah Raysha akan Aku buktikan kepadamu bahwa aku bisa menjadi kaka Pandeglang.”

Pintu lift pun terbuka… Raysha pun keluar dari lift menuju lobi hotel… Dia pergi dengan cepatnya sehingga Aku hanya bisa memandang bagian belakang tubuhnya…

Akupun tersenyum dan bertekad dalam hati bahwa Aku bisa menjadi Kaka Pandeglang dan tentunya Aku harus membaca lebih banyak materi tentang “Pandeglang”….

Seperti sangkuriang yang membuat perahu dalam satu malam.. Aku pun menghafalkan materi-materi tentang pandeglang begitu banyak…mulai dari sungai yang mengalir diantaranya Sungai Ciliman yang mengalir kearah barat, dan sungai Cibaliung yang mengalir kearah selatan. Bagaimana perekonomian Pandeglang yang berada di provinsi banten dan dimana letak pusat perekonomian di Kabupaten Pandeglang, serta masih banyak materi lain yang Aku hafalkan dan aku cerna.

Di malam ini pun Aku berusaha sekuat tenaga dan tidak menyerah sedikitpun..

Pokonya Aku harus bisa menjadi Kaka Pandeglang” tegasku dalam hati…

Malam yang dipenuhi dengan bintangpun berlalu…Sinar matahari yang begitu terang menggantikan cahaya bintang tandanya pagi sudah datang…

Pagi hari ini seluruh kontestan begitu sibuk mempersiapkan diri… Hari ini merupakan hari penentuan siapa yang akan menjadi Kaka dan Teteh Pandeglang… dan hari ini merupakan hari penentuan dimana Aku bisa mendekati Raysha lebih jauh.. sungguh gadisini luar biasa memberiku motivasi.. ketika pada awalnya Aku berfikir ajang ini hanya untuk iseng belaka tetapi prioritasku jadi berubah… ini bukan hanya iseng belaka..tetapi aku bersungguh-sungguh harus mendapatkan predikat itu …

Aku berdoa dan berharap keberuntungan akan menghampiriku…

…………………………………………………………………………………………….

Jarum jam tanganku menunjukkan sudah pukul tujuh malam… Bak seorang model seluruh kontestan Kaka dan Teteh Pandeglang berjalan mengitari panggung yang berbentuk seperti jalur catwalk ….

Para juri pun memperhatikan seluruh kontestan dengan seksama…mereka seperti hendak memilih kaka dan teteh yang akan mereka jagokan…

Para juri melihat bukan hanya dari hari terakhir saja.. tetapi mereka sudah memantau seluruh kontestan dari hari pertama karantina…

Setelah seluruh kontestan berada diposisi masing-masing, pembawa acara pun memperkenalkan seluruh kontestan pada para penonton dan juri…Dan inilah saat-saat yang ditunggu kontestan yang berasal dari daerah kecamatan mana yang bisa terus bertahan diatas panggung… dan ternyata Aku dan Raysha masih bertahan di atas panggung…

Sungguh luar biasa…. Karunia yang begitu indah Aku masih bisa berdiri diatas panggung dengan Raysha itu sangat mengagumkan…

Seluruh kontestan yang masih tersisa diatas panggung akan menjawab pertanyaan dari juri…Raysha tampil begitu menawan dan memukau seluruh juri yang ada.. ketika aku memperhatikan reaksi para juri mendengar jawaban dari Raysha.. sepertinya mereka sangat menyukai jawaban Raysha.. dan tanggapan positif terlihat dari rona wajah para juri…

Akhirnya salah satu juri pun memberikan pertanyaan kepadaku… pertanyaannya begitu sederhana…

Apa alasanmu berada di ajang pemilihan kaka dan teteh Pandeglang ?”

Ketika Aku mendapatkan pertanyaan seperti ini .. Aku sempat diam sejenak dan berkata…

Ada dua alasan saya berada di ajang ini.. Pertama ingin memajukan Pandeglang dengan menjadi duta wisata yaitu membantu pemerintah untuk memperkenalkan objek wisata dan kebudayaan ”

Lalu …..” Aku pun ragu untuk melanjutkannya…

Sang juri kemudian bertanya “Lalu apa ? ”

Akupun menjawab dengan sedikit gemetar “Alasan yang kedua adalah saya ingin mendekati gadisyang menantang saya untuk menjadi kaka pandeglang karena itu saya menjadi termotivasi..”

Para penonton, pembawa acara, dan para juri serentak tertawa mendengar jawabanku yang jujur dari hati…

……………………………………………………………………………………………

Aku pun tidak yakin bisa menang karena jawabanku yang begitu polos itu membuatku sangat ragu…tetapi Aku terus berharap…Dan harapanku menjadi kenyataan atau tidak setelah dewan juri memutuskan dan pembawa acara menyebutkan nama-nama dari pemenang…

Pemenang kaka persahabatan kaka dan teteh pandeglang sudah dipanggil… tetapi bukan namaku dan Raysha pun belum dipanggil…

Aku semakin gemetaran… detak jantung tidak karuan

Lalu pemenang kaka dan teteh favorit, dan wakil 2 dan wakil 1 sudah dipanggil … dan yang tersisa hanya Aku dan Raysha …

Pembawa Acara pun berkata “Inilah Kaka dan Teteh Pandeglang 2012 ”

Raysha dan Randy “

Aku dan Raysha saling berpandangan… lalu aku mendekati Raysha dan berbisik ke telinganya

Di Pandeglang Kaka Ketemu Teteh…”

Raysha pun menjawab bisikanku

Teteh ketemu Kaka di Pandeglang ”