Semangat Menulis Masyarakat Sudah Semakin Berkurang? Atau Memang Menulis Itu Hanya Musiman?

Hai…

Setelah sekian bulan tidak menyentuh blog sendiri, akhirnya hari ini saya tulis lagi. Bukan karena primbon bilang tanggal 10 November 2015 adalah hari yang baik untuk menulis 😀 , tapi saya memang ingin menulis dan mengungkapkan sesuatu (cieh).

Setelah sekian lama memilki blog yang usianya sudah cukup lama. Saya mulai punya blog sebenarnya di tahun 2004 ketika waktu lulus SMP, tapi karena dulu aktivitas pegang komputer belum terlalu sering jadinya lupa password dan lain-lain.

Bermula ketika ada kelas sebelum masuk kuliah untuk belajar blogging. Akhirnya saya membuat blog willmaquenicka.wordpress.com.

Saya menganggap punya blog adalah suatu kebanggaan buat anak muda (waktu itu masih anak bawang). Setelah itu saya lanjut menulis, diam-diam sewaktu kuliah saya senang menulis cerita-cerita yang kadang buat orang sebel bacanya 🙂

hahahahahaha karena katanya gak masuk diakal, terlalu banyak ngehayal lah,dan lain-lain. Intinya beberapa komentar positif dan komentar negatif ada yang dilontarkan beberapa teman. Tapi saya tetap menulis dan ingin membuat sesuatu yang bisa berguna buat saya dan generasi penerus saya nanti.

Semangat saya untuk menulis tidak pernah berkurang, apalagi setelah bertemu dengan beberapa teman yang suka menulis juga sewaktu saya bekerja…

Seperti Doni dan lain-lain.Walaupun jenis tulisannya berbeda saya menghargai itu sebagai karya. Sampai akhirnya sekarang dititik ini. DItitik dimana saya bisa mengadakan suatu lomba yang tujuannya saya tidak munafik untuk menaikan rate pengunjung datang ke tempat saya bekerja.

Saya adakan lomba menulis blog. Tiap hari saya posting dan setiap saya posting. Saya berdoa semoga ini bisa berhasil dan banyak yang mengirimkan artikel sebanyak mungkin. Saya datang ke sekolah-sekolah untuk membagikan brosur. Senang banyak yang respon, yang belum mengerti lomba seperti apa itu saya pun menjelaskan dari bagaimana cara membuat Blog dan sampai seperti apa artikel yang saya harapkan dalam lomba tersebut.

Mereka mengambil brosur yang saya beri, dan menyimpannya. Saya berterimakasih karena brosur tidak dibuang didepan muka saya. Mereka semua menyimpannya. Tapi dari 1000 brosur yang saya bagikan tidak ada satupun anak sekolah yang memasukkan artikel mereka ke email kantor saya.

Disitu saya mulai heran, loh kok anak sekolah ga ada yang kumpulin artikel? Saya bagiin sendiri itu dengan penuh perjuangan dan berharap perjuangan saya tidak sia-sia. Oke, saya masih berfikir positif. Mungkin anak sekolah uang jajannya terbatas sehingga mereka belum tentu bisa jajan makanan yang seharga kurang dari 10.000 dan sekedar posting.

Dan saya juga mulai tahu ketika Pa Ridwan Kamil bilang banyak anak muda yang fakir wifi sehingga beliau membuat tempat-tempat yang bisa GRATIS WIFI-an.

Mungkinkah semangat masyarakat saat ini berkurang untuk menuliskan sesuatu???

Atau memang menulis itu hanya musiman belaka? Dimana orang-orang merasa ini bukannya jaman menulis. Saya hanya menulis apa yang saya tau aja :).

Selamat hari selasa 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s