Selamat Jalan Ibu Bonita

4 tahun yang lalu ketika saya masih di semester 3. Saya mengajukan beasiswa kepada pihak gereja mahasiswa Bandung. Tempat ini, adalah tempat yang berjasa untuk saya. Selain saya bisa aktif di kegiatan menggereja, saya bisa bertemu dengan sosok wanita yang kuat ini. Namanya Bu Bonita, pertama kali saya melihatnya ada perasaan segan karena beliau adalah orang yang cukup tegas menurut saya. Selama bertahun-tahun beliau mengidap penyakit kanker. Tapi penyakit kankernya tidak membuatnya menyerah untuk menjalani hidupnya. Saya melihat beliau begitu tegar dan saya lihat beliau semangat dalam memerangi penyakitnya itu. Sampai saya mengira penyakitnya itu sudah tidak ada lagi karena beliau jika bertemu saya tidak terlihat lemah ataupun sakit.

Satu pesan yang selalu dia canangkan ke saya “Jangan pernah berhenti belajar…” Pesan ini begitu berarti buat saya. Walau saya sudah lulus kuliah dan belum ada kesempatan untuk melanjutkan kembali studi saya tapi saya selalu belajar tiap harinya. Apapun yang kita baca adalah hal yang kita pelajari setiap harinya. Belajar hal baru dan kadang membuat kita lelah. Tapi jangan pernah berhenti belajar. Itu yang saya ingat.

Saya senang karena Tuhan pernah mempertemukan saya dengan wanita yang kuat dan setegar Bu Bonita.

Walaupun saya tidak bisa mengantarkan beliau di hari terakhirnya, tapi saya berusaha membawa namanya dalam doa saya.

Selamat jalan Bu Bonita…Maaf saya belum bisa membalas jasa-jasa Ibu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s