Si Pemberani dan Si Pendengar

Apakah kamu seorang pemberani dulunya? Dan suatu saat kamu menerima pukulan yang amat berat? Ketika kamu mengalami pukulan yang amat berat itu seorang pemberani itu menjadi lemah tak berdaya.

Ketika dia akan memasuki babak baru dalam hidupnya, dia menjadi terlihat paling bodoh karena ketakutannya. Sebenarnya dia pandai dan cerdas. Tapi ketika ketakutan terlalu menguasai dirinya. Si pemberani ini di lingkungan barunya tidak menjadi apa-apa.

Wahai sang pemberani, dimana sekarang keberanianmu tinggal? Apakah sudah kamu tinggalkan di suatu pohon ketika kamu hendak pulang? Atau kamu sengaja meninggalkan keberanianmu dan tidak mengambilnya lagi.

Si pemberani ini dalam ketakutan yang tak terhingga. Dan dia menghubungi rekan hidupnya sang pendengar.

Sang pendengar mendengarkan segala keluhan si pemberani. Sang pendengar meyakinkan diri si pemberani dengan berkata “kamu tidak semestinya takut dan tidak seharusnya takut…saya akan selalu mendengar dan ada di sini jika kamu membutuhkanku.Pergilah dan ambil kembali keberanianmu tanpa harus ketakutan”

Si Pemberani berfikir lagi dan mencoba mengumpulkan segala keberaniannya untuk mengakui bahwa keberaniannya hilang dan dia akan mengambilnya lagi…

Si Pemberani bertanya lagi kepada si Pendengar “Apakah kamu akan selalu mendengarkanku ketika aku merasakan hal yang aneh? Aku ingin kembali menjadi diriku yang pemberani dan berfikir positif…”

Si Pendengar berkata “Aku adalah telingamu yang akan selalu mendengarkanmu, tapi ketika kamu menjadi kehilangan rasa keberanianmu aku mulai berfikir kemana si pemberani yang aku kenal! Aku ingin melihatnya kembali. Si pemberani yang berani berbuat dan tak takut apapun…Itulah yang aku kenal..Ketika posisimu menjadi seperti ini. Aku tahu banyak hal yang kau alami belakangan ini. Sulit dan berliku tapi ketika kamu menjadi tidak berani menghadapi hidupmu…aku menjadi tidak mengenalmu”

Si pemberani berfikir untuk apa dia takut? Padahal dia adalah seorang pemberani..Kini sang pemberani sudah kembali…Pemberani selamat berjuang

Iklan

One thought on “Si Pemberani dan Si Pendengar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s