Keluarga adalah Vondasi Hidup

Selamat pagi semua, kehidupan saya, kehidupan anda semua adalah serangkaian cerita yang tak akan pernah lepas dari yang namanya “keluarga”.

Di dunia ini harta yang paling berharga adalah keluarga. Siapa yang tidak bangga jika nanti adik saya akan lulus menjadi Sarjana Bahasa dikemudian hari. Saya sebagai salah satu anggota keluarga adalah orang yang paling berbahagia karena kesuksesan salah satu personal dalam keluarga saya.

Buat saya Ibu, Adik saya dan orang yang akan menjadi suami saya dikemudian harinya adalah vondasi saya dalam hidup. Jikalau nanti saya punya keluarga kecil…saya ingin anggota keluarga saya mencintai saya dan tidak ada kepura-puraan dalam rasa cinta di dalam keluarga.

Banyak pengalaman orang lain yang menjadikan pengalaman pribadi buat saya. Tapi semua hal yang terjadi adalah karena keteguhan hati seorang ayah yang selalu bangga terhadap istrinya yang notabene adalah ibu dari anak-anaknya.

Kadang vondasi dalam kehidupan ini menjadi goyah ketika salah satu diantara tiang-tiang vondasi kehidupan ini mulai rapuh atau goyah karena lumut-lumut kehidupan yang menempel di badan tiang itu.

Jikalau seperti ini apa yang harus dilakukan para vondasi utama dalam keluarga. Saya memang belum mengalami hal ini, tapi yang saya analisis dari kehidupan oma dan opa saya, kedua orang tua saya adalah komunikasi, kejujuran, dan tidak egois dalam mengambil keputusan.

Keluarga saya pernah mengalami masa-masa krisis moneter dalam keluarga… Karena keuangan kami saat itu sangat terbatas sehingga kami hanya makan dengan menggunakan nasi kepal dan garam. Kami lalui bersama…

Saya juga pernah melihat papa saya menangis karena dia terkena serangan stroke kedua dan di dalam pikirannya adalah bagaimana nasib saya yang waktu itu masih tingkat 1 stm dan adik saya yang masi smp.

Dia berjuang melawan amarahnya sehingga beliau bisa cooling down… Dan akhirnya beliau bisa beraktivitas kembali dan bekerja itu juga buat saya, adik saya dan ibu saya.

Ibu saya yang tidak pernah meminta apa2 kepada papa saya. Kalau melihat mama-mama orang lain. Pakaian pasti bagus, make up pasti ada setiap bulannya. Tapi ibu saya bertahan dengan kesederhanaannya yang selalu ingin sederhana dan ingin anaknya sekolah tinggi dan maju.

Secara tidak langsung mereka berdua selalu bekerja sama walaupun mereka tidak menyadarinya. Tapi saya sebagai pihak ketiga yang melihatnya mereka adalah team yang solid dan bisa bekerja sama dengan baik.

Komunikasi itu tidak harus dimulai dari pria atau wanitanya. Saya juga suka melihat kalau papa saya lagi marah,lalu mama saya lagi jengkel mereka berdua akan akur sendiri ketika melihat si cepot atau acara tv yang lainnya.

Ya itulah keluarga, vondasi saya selama ini… Kedua orang tua yang hebat buat saya. Mungkin buat pembaca blog saya bertanya-tanya…Apa yang hebat dari mereka? Tapi saya sebagai anak saya selalu bangga dengan mereka berdua. Mau wujudnya seperti apa juga yang saya percaya dan tahu saya bangga sama mereka.

Tapi sudut pandang saya akan berubah terhadap mereka berdua jika mereka berdua berpisah atau tidak menjadi satu dan bekerja sama untuk membesarkan saya.

Saya pasti akan menjadi pribadi yang lebih murung atau ceria seperti sekarang. 🙂

Terimakasih mama dan bapa yang selalu bekerjasama dan menjadi vondasi utama yang kuat dalam keluarga 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s