Emansipasi Wanita Yang Masih Dianggap Remeh

Selamat pagi semua :), hari selasa yang cukup teduh dan sejuk di kota Bandung. Sebagai karyawan biasa yang masi belajar dalam berbagai hal, belajar menjadi lebih baik setiap harinya kayanya bukan hanya tugas seorang karyawan deh :). Namun tugas semua orang yang masih hidup.
Hari ini diangkot agak sedikit geram sih mendengar seorang bapak-bapak sekitar 50 tahunan lah usianya berpendapat tentang wanita yang pada dasarnya tidak ada emansipasi.

Seharusnya beliau berfikir lebih visioner ke depan ya…apa yang dia anggap bahwa wanita itu tidak perlu emansipasi adalah salah besar.

Mungkin beliau belum pernah sakit keras atau mungkin hampir seluruh anggota keluarganya laki-laki semua. Sehingga pemikirannya kalau wanita itu yah kodratnya selalu masuk dapur jadi ngapain sekolah tinggi-tinggi.

Saya sih tertawa dalam hati… Untuk papa saya gak punya pikiran kaya gitu :3. Kalau papa saya punya pikiran kaya gitu mungkin saya ga akan seperti sekarang 🙂 pernah kuliah dan sudah ada gelar.

Semua anak papa saya itu cewe, kalau pikiran dia sekolot bapak-bapak yang ada di angkot tadi, tandanya papa saya tidak memberikan bekal hidup untuk anaknya.

Di dunia yang udah kejam kaya gini… Wanita pun perlu cara cerdas untuk bertahan hidup…seengganya punya keahlian ya…Walaupun gak sampe kuliah seengganya di sekolahin sama orang tuanya.

Emansipasi wanita seharusnya dijadikan pandangan positif untuk kaum pria. Kenapa saya bisa bilang begini ? Kebutuhan hidup jika sudah berumah tangga itu banyak :). Kalau cowo berjuang sendiri apakah mereka mampu mencukupi seluruh kebutuhan keluarga?

Jadi wahai para pria yang membaca blog saya ini. Lebih baik buka pikiran kalian yang masi sama seperti bapak-bapak yang berkata tentang emansipasi wanita tadi.
Saya bersyukur orangtua saya itu memang terbaik :)…

Iklan

One thought on “Emansipasi Wanita Yang Masih Dianggap Remeh

  1. Kalo bapak kamu seperti itu, kamu udah jadi seperti siti nurbaya.
    Emansipasi itu tidak salah, hanya saja ada beberapa yang menjadikannya sebagai alat untuk diskriminasi kepada pria, itu yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s