Ketika Saya Memilih Menjadi Seorang Programmer Not Only Pro- Gamer :)

Hai semua ๐Ÿ™‚ , apakabar? Sudah lama tidak menyapa dengan cerita renyah… serenyah ketika saya tertawa bersama-sama orang-orang yang saya sayang dan lain sebagainya. Hari ini saya sedang sedikit pusing dengan pekerjaan yang tak kunjung “bugs”-nya. Mungkin buat teman-teman yang bukan berasal dari dunia IT akan sangat asing dengan istilah bugs ๐Ÿ˜€ .

Bugs adalah semacam kesalahan kecil atau error-error yang disebabkan oleh seorang programmer selama proses pembuatan aplikasi yang sedang digarap. Kurang lebih seperti itu, maknanya. Namun kadang hal ini menjadi bom waktu untuk seorang developer dalam pekerjaannya. Jelas menjadi bom waktu karena ia akan terus berkutat di zona itu terus.. ZONA BUGSย  dan itu tidaklah aman sodara-sodara terkasih ๐Ÿ˜› .

Jujur sekarang lagi galau mau memulai dari mana, soalnya tadi sedang mengerjakan satu kasus yang belum saya pecahkan karena saya kurang pengalaman dalam dunia perkodingan…

Tapi saya tidak boleh menyerah… saya ga boleh kalah sebelum peperangan ini selesai. Kenapa saya bilang saya tidak boleh kalah? Karena masih ada kesempatan 2 hari lagi untuk mengerjakan projek ini! Jadi saya tidak boleh berpangku tangan hanya diam atau tidak mencari informasi atau berusaha memahami pekerjaan saya sekarang. Memang sulit rasanya, mengakui bahwa kita sudah tidak sanggup lagi dalam mengerjakan suatu hal. Tapi itulah tantangannya, kita menembus ruang waktu, dan batas diri kita menjadi luar biasa karena tekad kita yang sangat kuat.

Ya tekad saya sangat kuat untuk menyelesaikan ini semua, para bugs makanan developer itu.

Saya mau sedikit bercerita kenapa saya memilih profesi ini dulu. Sebenarnya potensi diri tidak hanya bisa dunia IT, tampang saya ga jelek-jelek amat, tubuh saya lumayan tinggi semampai. Saya bisa menjadi seorang SPG atau menjadi seorang yang urusannya tidak dengan pekerjaan yang menguras otak lebih dalam.

Tapi kenapa saya pilih menjadi seorang programmer/ developer karena banyak alasan…. salah satunya adalah Harga Diri. Dulu semasa kuliah kerap kali banyak yang meragukan kemampuan saya dalam dunia perkodingan ๐Ÿ™‚ , ya karena salah satu nilai mata kuliah yang penting itu sangatlah buruk.. ๐Ÿ˜€ . Untuk itu saya termotivasi untuk terus menjadi seorang programmer not only pro-gamer ๐Ÿ˜› .

Keras kepala memang ๐Ÿ™‚ terus bertahan disuatu tempat yang merupakan bukan zona aman ataupun nyaman buat saya. Tetapi saya terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan saya menjadi seorang programmer ataupun developer. Sekarang yang saya rasakan adalah sedikit kehilangan arah dan merasa sedikit ketakutan.

Ketika saya takut seperti ini, saya pejamkan mata dan berdoa dalam hati “Tuhan ,kuatkanlah aku lebih kuat dari sebelumnya…” Dan biasanya amat sangat manjur ya ๐Ÿ˜€ . Mari dicoba lagi … ๐Ÿ˜€ ..

Dan alasan lainnya adalah orang-orang yang saya kasihi dan saya cintai… Mama, Papa, Adikku dan Pangeran Cahaya Mentari ๐Ÿ˜› … so sekarang saya harus lebih semangat lagi.. karena penambah semangat sudah komplit dan cukup menjadi satu kompilasi yang unik untuk membuat saya menjadi lebih dan lebih kuat ๐Ÿ˜€ ….

Ayo … ayo semangat buat semua rekan-rekan seprofesi.. para developer ๐Ÿ˜€ ayo kita punya kehidupan.. kehidupan kita yah membasmi bugs…. :))

 

Salam Programmer ๐Ÿ˜€

 

Iklan

One thought on “Ketika Saya Memilih Menjadi Seorang Programmer Not Only Pro- Gamer :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s