My Last “23”

Angka 23 sebentar lagi akan menjadi kenangan, 23 hanya akan menjadi sepenggal kisah dalam hidupku. Tandanya esok hari aku akan semakin tua πŸ™‚ . Selama dalam 23 tahunku, banyak sekali kejadian yang tidak terlupakan. Mulai dari 2 fase kehilangan yang cukup memukul πŸ™‚ . Fase kehilangan seorang ayah yang sangat aku cintai dan banggakan dan ada satu fase lagi yang tidak ingin aku bahas di sini. Namun kedua fase itu membuat aku semakin banyak belajar, bahwa dalam hiduo dan menghadapi segala rintangan dalam hidup memang butuh kedewasaan dalam menyikapinya.

Batasan dewasa setiap orang mungkin berbeda-beda, namun aku merasa aku bukan anak kecil lagi, karena aku sudah dewasa dalam memutuskan banyak hal dan menyelesaikan masalah-masalah hidupku. Ketika aku menginjak fase itu, usiaku menginjak 23 tahun lebih dan di situlah fase pertumbuhanku menjadi semakin dewasa meningkat dengan drastis.

Banyak perkara yang dulu aku bisa lalui dengan mudah tanpa harus banyak plan πŸ™‚ . Dulu tidak pernah berfikir sampai sejauh sekarang. Sekarang yang aku pikirkan bukan hanya tentang melulu seorang Anastasia. Tetapi orang-orang yang mendukung dan berperan penting, selalu aku pikirkan setiap harinya.

Di usia 23 mulai aku berfikir meraih cita-cita setinggi langit.. padahal dulu hidup terasa tidak punya planning πŸ™‚ . Mungkin dulu terlalu menggantungkan diri terhadap orang lain. Orang lain yang dianggap bisa menjadi tumpuan hidup kita sampai ujung usia. Tapi itu semua hanya mimpi belaka yang numpang lewat. Impian seperti itu kini aku kubur dalam-dalam. Hingga aku punya visi dan misi untuk satu tahun kedepan πŸ˜€ .

Visi dan misi untuk membahagiakan mama, dan adikku tersayang. Dan segera memiliki mobil atau rumah, itulah cita-cita jangka pendekku. Setiap harinya aku optimis tidak seperti dulu yang pesimistis… dan karena sifat pesimistisku, aku harus kehilangan orang itu. πŸ˜€

Orang yang katanya dulu “mencintai” tapi nyatanya mudah berpindah begitu saja πŸ™‚ . Itulah hidup penuh permainan dan mungkin Tuhan ingin memberikan pelajaran hidup yang sangat berarti sehingga nanti ketika aku tua ga akan salah langkah.

23 itu bukan angka biasa buatku…. Segala fase ada disini semua.. dan untungnya aku bisa melewatinya dengan baik.. Terimakasih Tuhan, sudah memberikanku usia di angka 23 :).

Terimakasih untuk semua orang disekitarku yang selalu mensupport πŸ™‚ . Kita semua harus terus berjuang ya dalam menghadapi masalah dalam hidup kita…

2323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323232323

Goodbye my 23, welcome my 24

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s