Andai

Andai Aku tak ada di bawah kaki gunung itu,

Andai saja batu-batu kerikil itu tidak berjatuhan,

Andai aku tidak bermandikan batu-batu kerikil itu,

Mengapa semua hanya andai belaka?

Mengapa aku tidak bisa memilih keadaan di mana aku menghempaskan sayapku?

Mengapa aku harus berada di bawah kaki gunung yang penuh dengan kerikil tajam?

Andai Aku tak bersimbah darah,

Andai Aku tetap hidup tanpa kerikil yang menerpa-Ku,

Apakah itu semua hanya bisa aku andaikan???

Aku TIDAK INGIN berandai-andai saja!

Aku ingin semua bisa di hadapi dan bisa kuatasi…

Andai kehidupan ini mulus tanpa kerikil-kerikil tajam

Created by: Willma Quenicka

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s