Sewindu

Cerpen ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Sewindu,

Cerpen ini dibuat karena aku pribadi dapet request dari teman baikku πŸ™‚ Fajar Indra Kusuma.. This is for you πŸ™‚

Dan dipopulerkan oleh Tulus,

Liriknya kaya gini teman- teman pembaca setia blogku πŸ™‚

*******************************************************************************************************
Kisah ini bukan dimulai, tetapi sudah tersurat dari takdir Tuhan bahwa Rena harus bertemu dengan Rifa. Delapan tahun yang lalu tepatnya ketika Rifa dan Rena masih memakai seragam putih biru dengan saku bersablonkan lambang OSIS. Masa Sekolah Menengah Pertama yang mempertemukan mereka dalam naskah Tuhan yang sudah diatur bahwa Rifa harus bertemu dengan Rena di depan tempat mangkal anak-anak SMP Jaya Wijaya.
Kala itu, Rena sedang asik ngobrol dengan teman satu gengnya. Rena gadis belia dengan wajah indo berparaskan manis, anak muda mana yang tidak akan berpaling padanya. Rifa pun tak menolakkan pandangannya, melainkan terpaku melihat gadis manis itu.
Sejak itu Rifa sudah jatuh Cinta padanya. Ya suratan itu dalam naskah yang telah diketikkan Tuhan.. Rifa menyukai Rena sejak pandangan pertamanya itu. Banyak cowo-cowo yang mengejar Rena mulai dari adik kelasnya Rena sampai kaka kelasnya Rena banyak yang nguber-nguber dia untuk jadi menjadi pacarnya.
Rifa banyak nasehat dari teman-teman cowonya, “Fa, lo masih blum berani deketin si Rena? Keburu si Rena di embat orang lo bakalan nangis darah, Fa! ” salah satu temannya asal nyeplos sambil mengunyah buble gum rasa strawberry.
Rifa hanya melotot ke arah Sakti, dan hanya NO COMMENT. Tapi ada satu temannya yang mulai angkat bicara lagi, namanya Cipta. Cipta ini cowo cool dengan selalu pasang tampang enchant kepada setiap cewe yang ia lihat mulai berkomentar, “Boy, knapa ga lo mulai jadi sahabat si Rena ? Lo deketin dia dengan niatan awal sebagai sahabat. Nanti ceritanya akhirnya bakalan kaya temen gw tuh jadinya pacaran dari sd sampe sekarang. Mantap kan bro? “
Rifa yang saat itu masih asik membaca komik detektif Conan mulai menutup komiknya dan tertarik akan ajaran Cipta. Anyway, entah itu ajaran yang menjerumuskan atau.. ajaran dengan berbuah hasil yang baik?
Naskah yang dituliskan Tuhan ini baru dimulai, dan Rifa memulainya dengan berkenalan dengan Rena lewat salah satu jejaring sosial yang lagi UP TO DATE dan naek daun di masa mereka masih SMP. Ya, lewat Friendster. Rifa memulai pertemanan dengan Rena.
Rifa menikmati proses pertemanan itu, bagaimana tidak menikmati? RifaΒ  justru lebih sering bertemu dengan Rena dan mengalahkan 1001 cowo-cowo yang naksir berat sama Rena. Mereka sering ke perpustakaan bareng, jajan siomay dan batagor bareng, kerja kelompok kalau mereka lagi sekelas. Sampai akhirnya, waktu perpisahan itu harus di mulai. Mungkin tepatnya dua sejoli ini bukan perpisah, tetapi berbeda sekolah tidak seperti dahulu yang masih satu SMP.
Tak terasa tiga tahun dilalui Rifa dan menjadi predikat sahabat cowo terlama yang dimiliki Rena. Rena itu sangat feminim, jarang sekali bisa bergaul dengan cowo. Tapi kali ini lain ! Tiga tahun sudah tali persahabatan itu.Sebenarnya Rena tidak ingin beda sekolah dengan Rifa. Namun karena himpitan ekonomi dari keluarga Rifa memaksa ia agar ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan sedangkan Rena masuk ke Sekolah Menengah Umum biasa.
Ini hari terakhir mereka pulang bareng dari SMP yang sudah mereka datangi setiap hari Senin – Sabtu. Sedih rasanya tapi proses perkembangan itu memang harus di alami setiap manusia. Hari itu, tepat di hari Jumat… Hari yang tidak pernah dilupakan oleh Rifa, mereka pulang bareng dengan menaiki sepeda ontel milik Rifa. Rena duduk dibelakang dalam boncengannya…
Rena memegang kencang pinggang Rifa, Rifa tidak bisa menahan rasa itu rasa senang yang begitu bergejolak seperti air mendidih. Muka Rifa berubah menjadi merah padam. Untungnya Rena tidak melihat rona muka Rifa yang sudah berubah 180 derajat itu πŸ™‚ .
Rena yang masih duduk di belakang Rifa, mulai membuka topik pembicaraan dan ini bukan sekedar basa-basi dari Rena. Hmm.. bisa dibilang ungkapan hati Rena tentang kisah persahabatan sejati yang ia alami selama tiga tahun belakangan ini,”Fa ! Kamu tau ga sih ? Kamu sahabat cowo aku yang paling awet dan satu-satunya..Makasih buat semuanya.. Sebenernya aku… aku sedih harus ga satu sekolah sama kamu. Aku ga tau rasanya nanti ketika aku mulai duduk di bangku SMU. Apakah aku bisa dapet teman deket kaya kamu. Kamu baik banget sama aku.”
gesture tubuh Rena mulai berubah. Rena tidak memegang pinggang lagi, tapi gerakan halus memeluk pinggang Rifa. Saat itu yang dirasakan Rifa hanya detak jantung yang super kencang, tak bisa berkata apa-apa dan mukanya semakin berwarna merah terang bukan padam lagi ! πŸ™‚
Bosehan sepeda itu mengalun seperti melodi cinta untuk Rifa dan ia berharap bosehan ini tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun karena pelukan Rena ingin ia rasakan selamanya tetapi bukan seperti apa yang Rena ungkapkan. Rifa bukan hanya mengharapkan PERSAHABATAN tapi ia ingin CINTA.
Rifa hanya berkata dalam hatinya “Rena, akan kutunggu kau walau perlu waktu satu windu!Β  Akan aku tunggu kamu.”

******************************************************************************************************* ***

5 Tahun kemudian…
Waktu selalu berputar dan tak pernah behenti tak terasa predikat sahabat itu tidak pernah naik pangkat menjadi kekasih :(, Rifa tak berani ungkapkan, Rifa tak berani menguraikan kata yang sudah lama terkubur dalam hatinya itu. Rifa hanya mengukir perasaannya di depan komputernya, Satu bait yang bisa ia ungkapkan dari sewindu yang ia habiskan untuk menunggu Rena.. Satu bait itu mulai ia patri,
Sudah sewindu ku di dekatmu
ada di setiap pagi, di sepanjang hari
tak mungkin bila engkau tak tahu
bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama
Sudah lebih dari ribuan pagi ia lewati bersama Rena, tapi tidak membuat Rena menyadari bahwa Rifa bukan sekedar sahabat tapi sesesok pria yang mencintainya. Cintaaaaaaa dan bukan hanya persahabatan… Mungkin Rifa harus menyesal mendengarkan saran Cipta di delapan tahun yang lalu. But, ini bukan waktu menyesal buat Rifa..
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
di setiap pagimu, siangmu, malammu
Walaupun Rifa dan Rena berbeda sekolah dan sampai akhirnya Rena berkuliah tapi Rifa kuliah sambil kerja.. Rifa selalu meluangkan waktunya hanya untuk Rena pagi-pagi ia sudah datang dan siap menyambut sang puteri pemilik kastil hatinya itu di depan pintu rumah Rena dan selalu siapkan senyuman terbaiknya agar hari itu Rena selalu merasa ceria dan cerah πŸ™‚ . Bagi Rifa senyuman manis yang tersimpul di wajah Rena cukup baginya. Di setiap pagi, sian, dan malam Rifa selalu setia menemani Rena tapi buat Rena predikat itu tetap di tingkatΒ  yang sama SAHABAT.
Sampai akhirnya, semuanya menjadi jelas dan Rena jatuh hati kepada pria lain! Pria yang baru masuk di kehidupannya. kaka tingkat Rena di kampus. Lelaki ini memang menawan dan pintar.. gadis sebodoh apapun pasti akan lebih memilih Sakti dibanding Rifa yang bukan apa-apa. Rifa hanyalah pria pintar yang miskin dan tidak punya masa depan di mata gadis-gadis saat itu. Hati Rifa hancur posisinya tidak pernah naik derajat, tetap sahabat favorit untuk Rena.
Naskah Tuhan memang tidak seperti apa yang kita inginkan terkadang membuat miris, benci , tidak percaya , dan sakit hati tentunya. Sampai akhirnya bait-bait itu semakin terukur. Bukan hanya di selembar kertas putih tak bernoda, tapi di hati Rifa.
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Semenjak kehadiran Sakti, Rifa mulai menjauh. Rifa ingin melupakan Rena. Cinta yang ia tunggu selama delapan Tahun. Apakah Rifa bodoh? Apakah Rifa naif? Apakah Rifa tetap mencintai Rena??????? Sudah tidak ada lagi pagi hari yang sibuk dan terburu-buru bersiap-siap kekantor dan menjemput gadis manis pujaan hati ? Apakah rasa ini yang sudah ia jaga selama sewindu harus dibunuh secara paksa dan tiba-tiba?
Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
di setiap pagimu, siangmu, malammu
Pangeran yang datang secara kilat itu telah menggantikan posisi yang baru saja akan ditempati Rifa. Entah apa yang telah ia berikan kepada Rena sampai Rena bisa jatuh dipelukannya dengan janji-janji cinta di masa depan yang ia umbar ? Rifa hanya bisa duduk di pinggir ombak pantai yang beriringan menari dan hanya bisa berteriakΒ  kencang “Mengapa Rena? Mengapa kamu tidak menyadari bahwa aku telah berusaha sampai sekarang dan semua usahaku selama ini ??? Mengapa kamu tidak tahu Rena ? Di setiap pagi kita, semua malam yang aku persembahkan? Mengapa kamu?? ahhhhh!!!!!”,Rifa berteriak sambil menendang air ombak yang mendekat ke pinggir pantai.
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
dan kau lupakan aku semua usahaku
semua pagi kita, semua malam kita
Rifa duduk tersungkur di tepi pantai dibawah sunset dengan warna orange yang terang. Jujur saja pasti ini semua pasti sakit di hati dan jika sampai di akhir nanti ketika Rena memilih pendamping hidupnya kelak dan tak memilih Rifa. Rifa tidak semestinya sebodoh itu! Rifa hanya larut di dalam angan-angan tanpa tujuan yang jelas membuang waktunya secara percuma dalam SEWINDU.. :(. Naskah Tuhan itu memang berawal dan berakhir seperti ini untuk Rifa dan Rena.
Jujur memang sakit di hati
bila kini nyatanya kau memilih dia
takkan lagi ku sebodoh ini
larut di dalam angan-angan tanpa tujuan
#####################################################################################
Sekian guys cerpen yang saya buat jika ada saran yang ingin anda sampaikan bisa langsung comment di artikel ini ya πŸ™‚
Created by : Willma Quenicka a.k.a Alexandra Anastasia
NB : Kalo ngopy tanpa izin apalagi mengaku-ngaku itu adalah karya Anda… Dosa di akhirat loh πŸ˜€Β 
Iklan

28 thoughts on “Sewindu

    • Versi dewasa nyakkk :3 nanti deh yaaa tunggu aku ga lagi unyu2 πŸ˜€ .Oke nanti di buat versi dewasanya berarti gaya bahasa dan nulis ya brooo

  1. Jujur memang sakit di hati
    bila kini nyatanya kau memilih dia
    takkan lagi ku sebodoh ini

    wow . . ahhhahah πŸ˜€ untung ane cuma tiga tahun belum sewindu

  2. konsep ceritanya sederhana “harkos” tapi di kemas dengan kalimat-kalimat manis yang bisa membuat pembaca merasa dirasuki oleh cerita tersebut . . nice job !! two tumbs up mba bro . .

  3. Idenya menarik, tapi terlalu pendek untuk kisah yang harusnya sewindu πŸ˜€ Kesannya jadi sedikit terburu-buru, coba dibikin cerita bersambung aja Tya, supaya bisa lebih banyak percakapannya daripada sebatas deskripsi, pasti bisa lebih dalam deh ceritanya. IMHO yaaa πŸ™‚ Terus berkarya, dear!

    • Ini aku masukin ke cerpen πŸ™‚ nanti kalo bisa di buat versi novelnya biar panjang πŸ˜€ hahahahaaa.. jadi perjuangan si RIfa bener2 terlihat di cerita itu πŸ˜€

  4. terlalu pendek,
    eh, pas baca lupa kalo itu cerpen, wkwkwk :mrgreen:

    mungkin kalo saya dulu, baca ini sedih, serasa tak ada wanita lain, wkwkwkwk,
    tp entahlah kalo skrg,
    mungkin karena sy sedang tidak jatuh cinta, hahaha
    atau udah lebih mengerti ttg cinta, wkwkwkwk

    ya sudah sewajarnya wanita memilih pria yg lebih baik, dan itu juga hukuman buat rifa ga berani nyatain πŸ˜›

  5. Nice…. pesan moral yg gw dapet kalo berteman ama cewe jangka waktu lama ya harus diniatin jadi teman aja….Kalau memang suka langsung kejarr hahaha…. Sedikit masukan dari gw soal tulisan tia, seberapa sad nya ending dari suatu cerita, setidaknya sang karakter utama bisa digambarkan mendapatkan hikmah dan pelajaran dari pengalamannya, agar dia ngga terlalu larut dalam keputusasaan terus :).. well itu pendapat aq aja ya? hehehe

    • Thx gan buat pendapatnya memang karakter yang bagus adalah karakter yang berkembang.. oke nanti akan saya coba di versi bukan cerpen.. Thx

  6. sangat menarik ,, walaupun ending nya galau … hahaha :mrgreen:
    mungkin kekurangan nya masih ada kata2 yg masih rancu ..
    tapi keren kok cerpennya ,, saya harap masih ada lanjutan nya … πŸ˜€
    terus berkarya ya teh .. πŸ˜€

    • Oke nida makasih buat sarannya ya πŸ™‚ kamu juga terus berkarya dan jangan berhenti nulis πŸ™‚ nanti aku baca yaaa.. jangan lupa taruh link blog aku di tempatmu yaaa… πŸ˜€ thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s