Si Kunang-Kunang

Sang matahari telah tertidur,

Langit tak lagi benderang,

Hanya ada kilauan bintang yang tertutup awan kelam,

Di taman kota ku duduk sendiri,

Kutatap sekitarku,

Hanya ada pepohonan dan bunga-bunga,

Kulihat setangkai mawar putih,

Terpancar kilauan lampu kecil,

Cahaya itu kelap – kelip,

Cahaya itu tiba-tiba saja berpindah ke arah lain,

Sebenarnya  dari mana sang cahaya itu ?

Ada yang memiliki cahaya kecil yang menyala itu ?

Dia adalah sang pembawa terang,

Dia adalah si kunang-kunang.

 

Created by : Willma Quenicka

 

 

Iklan

6 thoughts on “Si Kunang-Kunang

      • Sama-sama, Wilma… Iya, saya dah jarang lihat, bahkan ketika pulang ke desa kampung halaman. Tapi saya masih pernah lihat di Samarinda ketika saya berkunjung ke rumah saudara… (jauh amat ya hanya untuk lihat kunang-kunang) 😀
        Tetap berkarya ya…

  1. Wah terimakasih pa Mochammad.. Willma Quenicka nama pena saya… I love this name :D. Terimakasih sekali lagi sudah berkunjung ke blog saya yang tentang fiksi ini. Ia pa doakan lancar saya dalam menulis 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s