Bejana Air

Tetesan air itu terus mengalir,

Alirannya tetesannya tidaklah cepat,

Tetesan air itu tidaklah lambat,

Tetesan itu mengalir seiring langit menangis,

Namun sang bejana siap menampung,

Sang Bejana siap volume dirinya dipenuhi tetesan demi tetesan,

Sang Bejana tak keberatan,

Sang Bejana terus menampungnya,

Sang Bejana air itu siap menerima dinginnya air,

Karena dia, dia Sang Bejana Air

 

Created by : Willma Quenicka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s