Peri yang terbuang ^^

mail.google.com

Suatu hari, di suatu tempat yang nan jauh diatas sana… Tempat ini berada diatas lapisan langit ke tujuh langit. Bisa dibilang tempat ini adalah lapisan ke tiga belas dari sang langit. Di lapisan ke tiga belas ini ada suatu kerajaan yang bernaung di langit ketiga belas. Nama kerajaan itu adalah kerajaan Graverari. Wujud penghuni negeri ini seperti manusia yang tinggal di planet bumi. Mereka punya tangan dan kaki layaknya manusia. Mereka juga bernafas seperti manusia πŸ™‚ walaupun kandungan oksigen di negeri ini tidak seperti di bumi πŸ˜€ .

Negeri ini penuh dengan peri-peri, karena setiap penghuni negeri ini dipanggilnya bukan manusia, tetapi peri. Peri memiliki banyak keunikan, mereka bisa terbang, mereka dapat menciptakan banyak keindahan secara serentak.

Suatu saat di dalam kerajaan Graverari ada kejadian yang sangat memalukan 😦 . Sebenarnya hal ini tidak seharusnya terjadi, pusaka di kerajaan Graverari menghilang. Kristal yang menjaga keseimbangan negeri ini pun tiba-tiba lenyap seperti ditelan bumi.

Sang raja marah besar, ia mengeluarkan titahnya untuk menggeledah seluruh rumah yang tersebar di lapisan langit ketiga belas. Sang raja mengerahkan satu batalion tentara kerajaaan untuk melakukan penggeledahan.

Akhirnya setelah penggeledahan berhari-hari yang dilakukan, pasukan kerajaan menemukan pelakunya. Ya ada satu peri nakal yang melakukan pencurian. Dengan sangat terpaksa sang peri diseret ke kerajaan untuk menemui sang Raja.

Sang peri itu bernama Zuzurealia. Namanya sangat sulit untuk disebut dan sifatnya pun sama sangat sulit ditebak. Selama perjalanan Zuzurealia tidak melakukan perlawanan sedikit pun. Entah sedang memikirkan apa, namun yang jelas seluruh pasukan keheranan karena ia tidak membantah sedikit pun.

Seluruh pasukan yang mengawalnya berusaha tetap waspada dan berjaga-jaga. Sang pasukan akhirnya memutuskan agar Zuzurealia di pasung dan dimasukkan ke dalam kerangkeng besi yang amat kuat dan dirantai dengan rantai yang paling bagus kualitasnya agar ia tidak bisa melarikan diri.

Akhirnya mereka tiba di kerajaan Graverari, dan sang Raja pun sangat penasaran siapakah pencuri pusaka kerajaan. Jauh dari dugaan sang raja, sang raja berfikir bahwa pencuri itu berbadan besar dan sangar dengan watak yang keras dan melawan jika ia ditangkap. Tetapi kenyataannya lain ternyata hanya peri ingusan yang kira-kira usianya baru 15 tahun. Sang Raja pun tidak habis pikir, ia ingin marah namun yang ia hadapi hanya bocah ingusan saja. Sepertinya tidak layak ia berlaku terlalu keras.

Sang Raja tetap saja penasaran, mengapa peri ingusan ini mengambil pusaka kerajaan yang menjaga kestabilan negeri ini. Akhirnya sang Raja berusaha menahan amarah dan bertanya kepada Zuzurealia.

“Wahai sang peri? Siapakah namamu ? ”

Zuzurealia menatap sang raja, dengan tatapan sedingin batu es. Tatapan yang kosong dan seperti tidak ingin menjawab pertanyaan sang Raja. Namun sang pengawal yang menjaganya menunjukkan tombak tajam ke arah pinggangnya dan berkata “Hei !!! Jawab pertanyaaan Raja. Janganlah kamu berdiam diri ! Raja adalah orang yang berkuasa disini. ”

Dengan terpaksa Zuzurealia menjawab sambil malas “Saya Zuzurealia.”

Sang Raja terdiam, di negeri yang ia pimpin ternyata ada nama penduduk yang begitu aneh dan sulit untuk disebut.

Sang raja tertawa mendengar nama Zuzurealia dan sedikit mengejek “Hahahahahahhahaa, siapa tadi namamu Zuzu apa tadi ? Mengapa sangat aneh dan tidak indah. ”

Zuzurealia hanya diam dan tidak menggubris ejekan sang Raja. Sang raja pun agak kesal melihat tingkahnya. Tetapi sang raja ingin mengetahui alasan mengapa Zuzurealia ini mencuri pusaka itu.

Akhirnya sang raja pun bertanya “Hi kamu peri yang sulit sekali namanya ! Mengapa kamu mencuri pusaka kerjaan ? Apa alasanmu? Coba jelaskan ! ”

Pengawal itu masih berada di samping Zuzurealia dan masih menodongkan tombak ke arah wajahnya. Jaraknya sangat dekat jika Zuzurealia macam-macam maka tombak itu bisa saja menghantam wajahnya.

Zuzurealia tidak punya pilihan lain selain menjawab pertanyaan sang raja. Akhirnya ia pun angkat bicara “Saya mencuri barang itu karena saya suka dengan bentuknya dan kilauan cahayanya. Itu saja alasan saya. Bahkan saya tidak tahu fungsinya sebagai apa ? ”

Sang raja semakin kesal mendengar jawaban itu “Errrrrrrrrr, baru kali ini ada tawanan yang membuat saya sangat kesal…Dan saya tidak menginginkan kamu berada di negeri ini dan di sekitar langit ketiga belas. Saya akan mengusir kamu ke negeri yang bernama BUMI !!!!”

“Pengawalllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll!!!!!” teriak sang raja sampe suaranya habis.

“Baik yang mulia !” serentak seluruh pengawal menjawab.

“Saya perintahkan untuk mengusir peri ini ke bumi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Dan cabut seluruh kekuatannya !!!! Biarkan dia di bumi dengan tidak memiliki talenta apapun!!!! Ia tidak pantas mendapatkannya!!!!Β  ” sang raja berteriak dan semakin geram.

Akhirnya seluruh pengamanan yang menempel di badan Zuzurealia seperti gorgol, rantai , dan lain sebagainya dilepaskan oleh pengawal dan kekuatannya telah di cabut oleh sang Mahaguru langit ke tiga belas.

Para pengawal memboyong Zuzurealia ke suatu tempat. Tempat itu adalah tempat dimana peri bisa teleport ke bumi.Kali ini adalah kali pertama dan terakhir ia berada di tempat itu, karena ia akan dibuang ke bumi. Otomatis ia tidak akan pernah singgah lagi ke tempat teleport itu.

Sang penjaga tempat itu mengaktifkan mesin yang memutarkan semua orang yang ada di ruangan itu dan ada cahaya yang begitu terang menghampiri Zuzurealia. Zuzurealia berteriak sangat kencang “Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!”

Tak lama setelah cahaya yang menghampirinya, ada atmosfer aneh yang ia rasakan. Ia merasakan oksigen yang sangat berlebih di tempat yang baru saja ia singgahi. Ia sekarang sudah ada di Bumi.

Zuzurealia hanya bisa menggerutu sendiri “YA AMPUN … SAYA SUDAH DI BUMI dan SAYAΒ  TERBUANG disini…” Zuzurealia masih berusaha menggunakan kekuatan yang ia punya. Ia memutar telunjuk kanannya dan mengucapkan mantra “Rezaselegia hup hup !!!!”

Dan alhasil, mantranya tidak bisa bekerja. Zuzurealia pun kebingungan dan sangat frustasi saat itu.

“Apa yang harus saya lakukan ? saya tidak punya kekuatan bagaimana saya bisa tinggal di tempat asing seperti ini. ”

Zuzurealia hanya bisa meratapi nasibnya yang sekarang telah menjadi manusia dan tidak mempunyai kekuatan layaknya seorang peri.

Created by : Willma Quenicka

Iklan

5 thoughts on “Peri yang terbuang ^^

  1. aseekkk pesanan kuuu u.u pasti nti ada petualngan2 gitu di bumi hehehehe. suka sama ceritanya.. itu zuzu cewe atw cowo teh ?? wah kaya nya ada chapter selanjut nya nih,.. ditunggu teehh πŸ™‚

  2. lalu apa kabarnya zuzurealia dipemukaan bumi sekarang? (-saking sulitnya menulis nama peri satu ini, saya sampai copas πŸ˜‰ ) apakah ia menulis kisah terbuangnya dibumi dan mengirimkannya ke media? atau mendatangi komnas HAM menceritakan tentang seorang raja lalim yg dengan seenaknya usir-mengusir tanpa menimbang dan memperdulikan HAP (Hak Azasi Peri) ? atau mungkinkah ia mengadu ke komnas perlindungan anak, dimana ia hanya seorang peri dibawah umur yg kejahatannya berdasarkan ketidaktahuan?

    hehehe……mudah2an ada sedikit keajaiban dipermukaan bumi ini yg akan membawanya kembali ke langit 13, sudah tentu bersama para penyidik masing2 instansi…komnas HAM, komnas perlindungan anak, atau jgn tanggung2 bawa sekalian penyidik KPK untuk mengusut tuntas kasus besar ini. Jika semua usaha sia-sia, mungkin zuzurealia (sekali lg copas) kita support untuk segera menggalang kekuatan mahasiswa/i peri untuk terbang ke jalan menumbangkan rezim jahat raja yg tanpa nama ini.

    -salam hangat untuk zuzurealia, salam revolusi-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s