Tiupan Angin Pembawa maut PART 1

Hembusan angin itu bertiup perlahan mendekat ke arah wajah Dina, kala itu Dina sedang asik online di account facebook miliknya. Hembusan angin itu terasa tidak perlahan lagi, kini tiupan angin itu terasa seperti badai yang datang ke arah wajahnya. Rambutnya yang hitam pekat itu sontak berantakan seketika.

Ya, jendela kamarnya tiba-tiba terbuka oleh tiupan sang angin yang lebih kencang dari biasanya. Tanpa menaruh curiga Dina pun berjalan perlahan dan dengan gemulainya berjalan lurus kearah jendela yang terbuka itu. Dina hendak menutup jendela kamarnya itu, namun pandangannya menyebar keseluruh area pekarangan rumahnya. Kamar tidur Dina berada tepat di depan halaman kecil yang ditumbuhi beberapa jenis bunga. Ada bunga bakung, edelwies, dan mawar merah.

Namun ada hal yang mengganjal, dari kejauhan tak terlihat bunga-bunga bakung dan mawar-mawar merah itu merekah. Bahkan bunga-bunga itu seperti tertutup gembolan besar dan menghancurkan seluruh keindahan bunga-bunga itu.

Dina ingin memastikan ada apa di pekarangan rumahnya? Siapa yang berani menaruh gembolan besar itu disana ?

Dina pun kembali ke meja belajarnya, diambilnya jam tangan berwarna jingga itu, jarum panjang menuju angka 12 dan jarum pendek berada tepat diangka 12.

Kedua kelopak mata Dina tiba-tiba teralihkan ke objek lain… Ya ! Kalender yang menempel di tembok kokoh bercat hijau itu. Hari ini, ternyata tanggal 12 Desember 2012. Tanggal yang cukup fenomenal dan banyak orang berfikir bahwa tanggal ini menjadi hari kiamat bagi umat manusia. NAMUN faktanya TIDAK.. Dina dengan senyum ala nyengirnya itu berkata “Ternyata ga jadi KIAMAT nya…”

Setelah dina merasa banyak aktifitas yang mengalihkan niatannya untuk pergi keluar memastikan gembolan besar yang menghancurkan seluruh bunga-bunga yang telah ia rawat bertahun-tahun, ia berjalan dengan yakin dan pasti ke luar kamarnya menuju pintu keluar rumah.

Ketika Dina hendak memegang daun pintu, keraguan dalam dirinya muncul “Gw mesti keluar ga yak tengah malem gini… Kok jadi horor gini…”

Dina sempat mematung di depan pintu putih yang tingginya lebih dari dua setengah meter. Tidak lama ia mematung, Dina meyakinkan dirinya untuk pergi keluar rumah dan segera ke arah pekarangan rumahnya itu…

Dengan sangat perlahan dan hati-hati ia memutar kunci kearah berlawanan arah jarum jam.. Dina berusaha membuka pintu yang terkunci rapat dengan suara yang teredam sunyinya malam.

Dina agak sedikit berkeringat, karena ia menahan segala kekhawatiran dalam dirinya, ia khawatir ada yang terbangun ketika ia membuka pintu besar itu. Namun usahanya itu berbuah keberhasilan.. tidak ada satu pun penghuni rumah yang terbangun. Kunci pun terbuka, dan bunyi “klik” ketika pintu terbuka tidak terdengar menyeruak ke permukaan heningnya malam di rumahnya itu.

Perlahan ia memutar katup yang tergantung di daun pintu, ia membuka pintu dan menutupnya kembali rapat-rapat.

Tak jauh dari pandangan matanya, ada dua orang yang tidak di kenal baru saja pergi dari arah pekarangan rumahnya.

Dina mencari spot untuk bersembunyi, ia takut kedua orang itu jika memergokinya melihat mereka berdua, Dina bisa saja di culik atau disekap. Di kepala Dina sudah banyak terkontaminasi cerita-cerita misteri yang selalu ia tonton di bioskop.

Maklum, Dina adalah seorang gadis yang baru saja menginjak usia tujuh belas tahun. Pastinya terlalu banyak berimajinasi jika melihat film misteri yang sering ia saksikan.

Dina mendapat spot yang cukup bagus, walaupun ia sedang bersembunyi. Pandangannya dapat menyebar ke segala arah,termasuk ke arah dua orang yang berjalan mengendap-endap hendak meninggalkan pekarangan rumahnya.

Samar-samar Dina melihat kedua orang tersebut. Semuanya serba hitam, serba tertutup bahkan kedua wajah orang-orang tersebut tak nampak terselimuti kain hitam layaknya cadar yang hanya menampikan kedua bola mata dari setiap orang itu.

Kedua orang itu akhirnya lenyap dari permukaan pekarangan rumah Dina, Kedua orang tersebut dimata Dina seperti ninja yang dengan cepat bersatu dengan gelapnya malam dan menyebar seperti asap dan tak terlihat kembali.

Setelah Dina yakin, kedua orang yang mencurigakan itu benar-benar tidak ada. Kini saatnya Dina pergi ke pekarangan rumahnya dan memeriksa gembolan besar yang sekarang ada di depan taman bunga yang sangat ia sukai dan selalu ia rawat.

Dina melangkah dengan hati-hati ke arah taman bunga itu, langkahnya terburu-buru, ketika gembolan besar itu memperlihatkan hal yang sangat ganjil. Ya gembolan itu, bukan gembolan biasa ! Gembolan itu tidak tertutup rapat ada segumpalan rambut yang terlihat keluar.

Dina semakin penasaran, langkah kakinya semakin melebar dan dipercepat. AKhirnya ia tiba di tempat tujuannya, taman bunga itu. Gembolan itu panjang dan sangat besar, dan sepertinya isinya bukan sampah. Gembolan itu ternyata lebih menyerupai sleeping bag yang sering kita gunakan di kala kita sedang camping.

Ada semacam restleting panjang di tengah gembolan itu dan gumpalan rambut itu ternyata benar ! Dina merasa sangat ketakutan.. keringat dingin semakin mengucur ke arah dahi dan wajahnya sekarang bersimbah keringat…

“Aduh gimana dong? Beneran ini mayat apa ya? ” sambil menggigit jari dina berusaha menenangkan dirinya.

“Apa ini mesti gua buka ? ”

Dina masih bertanya-tanya dan ini memang mayat sungguhan yang ada di taman bunga miliknya…Tiupan angin malam semakin kencang dan semakin menusuk ke seluruh permukaan kulit epidermis miliknya.

Tiupan angin malam ini membawa maut bagi sang korban. Korban yang masih belum Dina pastikan siapa di balik gembolan tersebut…

Dina masih saja kebingungan, dia mengacak-acak rambutnya yang panjang terurai itu. Banyak keraguan dalam dirinya untuk membuka isi gembolan yang jelas-jelas memang ada mayatnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s