Di Pandeglang Kaka Ketemu Teteh…

 

Aku bertemu dengan seorang gadis ketika aku mengikuti salah satu ajang bergengsi di Pandeglang.. Aku mengikuti pemilihan Kaka dan Teteh Pandeglang…Aku mengikuti ajang ini awalnya karena iseng saja untuk menambah pengalamanku… Pemilihan Kaka dan Teteh Pandeglang bertujuan untuk mencari duta wisata yang akan menjadi icon daerah dan turut serta membantu pemerintah daerah membangun dan mempromosikan potensi-potensi daerah baik dalam bidang kebudayaan, pariwisata dan lainnya…

Tetapi keisenganku ternyata membawaku ke taman cinta … Aku bertemu gadis yang benar-benar Aku dambakan … Ketika Aku melihatnya jantungku berdetak sangat kencang.. senyuman manisnya selalu terbayang…

Aku adalah Randy ..pria tampan tetapi tidak terlalu kaya memiliki otak yang cukup cemerlang…inilah modalku untuk mengajak gadisini berkenalan…

Suatu ketika Aku memiliki kesempatan untuk berkenalan dengannya.. ketika kami semua calon Kaka dan Teteh Pandeglang berada di salah satu daerah wisata provinsi Banten…

Walaupun kami berada di daerah wisata namun seluruh calon Kaka dan teteh Pandeglang berkumpul di suatu tempat karantina…Kami semua di karantina di suatu hotel di daerah kecamatan Sumur…

Di kala Aku memiliki kesempatan untuk mengenal gadisitu lebih jauh Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini … Aku berusaha mengajaknya bicara.. Kali ini ia sedang berada di taman hotel sendirian… Aku memperhatikan wajahnya yang putih merona, bentuk mukanya yang oval , matanya yang besar serta bola matanya yang berwarna hitam pekat menjadi pemikat utamanya…

Aku berjalan mendekati dia… perlahan kuatur langkahku.. sambil ku berjalan ku rapikan posisi kerah kemejaku.. dan aku pun sibuk melihat kearah pakaian yang aku gunakan… Aku rasa semuanya sudah cocok dan terlihat menarik untuk para gadisjika para gadismemandangku.. dengan percaya diri Aku menghampirinya..

Aku pun menyapa gadisitu …

Hai , sedang apa sendirian disini ? ” tanyaku

Jawab gadis itu “Sedang membaca buku…”

Aku merasa gadis ini seperti tidak nyaman dengan adanya Aku disampingnya… Aku berusaha mencairkan suasana supaya tidak kaku…Aku terus berusaha mengajaknya bicara…

Sedang membaca buku apa memangnya? ” tanyaku…

Aku sedang membaca demografi kabupaten Pandeglang… kecamatan apa saja yang berada di kota pandeglang, objek wisata apa saja dan masih banyak lagi yang sedang aku baca.. Ngomong-ngomong siapa ya namamu ? Aku belum kenal ..disini banyak sekali finalis… ” tanya gadisitu agak sedikit ketus…

Akhirnya…ia bertanya… pertanyaan itu yang aku harapkan… walaupun pertanyaannya ketus.. dia berusaha ingin mengetahui siapa aku .. walaupun pertanyaan itu hanya basa basi atau umum ditanyakan seseorang.. tetapi ini merupakan tanda lampu hijau untukku mendekatinya.

Aku pun menjawabnya “Namaku Randy ”

Aku menjawab dengan nada yang begitu tegas dan lantang.. Nadaku yang begitu tegas menandakan bahwa aku pria yang memiliki karakter yang kuat..Aku suka dengan karakterku yang begitu kuat sehingga orang benar-benar tahu bahwa karakter yang begitu kuat itu hanyalah Aku yang memiliki.

Aku pun bertanya kepada gadisitu “Siapa namamu ? ”

Dia menjawab dengan sedikit tersenyum “Namaku Raysha ”

Aku pun mulai sedikit bercanda dan berkata “Wah nama kita berinisial R ya.. jangan –jangan jodoh lagi …hehehehe”

Wajah Raysha berubah menjadi sedikit pucat ketika Aku mengatakan hal itu.. Dia pun tidak menggubris candaanku.. Malahan ia pergi sambil lalu begitu saja ketika Aku bercanda demikian..

Aku sedikit panik melihat reaksi Raysha yang tidak menanggapi Aku…Aku pun berusaha mengejarnya…

Aku pun memanggil namanya sambil berlari

Raysha….Raysha…”

Berkali –kali aku memanggil namanya tetapi sepertinya ia pura-pura tidak mendengarkanku..

Aku pun lelah mengejarnya… Aku berhenti berlari karena kelelahan berlari mengejarnya…Sungguh ironi… ingin mendekati gadisyang aku suka malahan dia seperti tidak menyukaiku…

Tetapi Aku Randy tidak akan menyerah begitu saja… Aku harap dimasa karantina ini, Aku bisa lebih sering bertemu dengan Raysha…

Tak terasa… malam pun tiba.. di sesi makan malam seluruh finalis Kaka dan Teteh bisa saling berbaur… Dimalam itu Aku pun melihat Raysha sedang memilih makanan yang akan ia santap.. Aku pun berusaha mendekatinya…dan mengajaknya duduk bersama…

Hi Raysha… ”

Hi Randy….”

Raysha ketika Aku sapa…masih saja sibuk memilih makanan yang akan dia santap… dan dia tidak menghiraukan keberadaanku disitu…Kali ini Aku mundur… Aku tidak jadi mengajaknya untuk duduk bersama… Aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk mendekatinya..

Akhirnya Akupun bergabung bersama dengan finalis yang lain dan berbincang –bincang sambil menyantap hidangan makan malam…

……………………………………………………………………………………………..

Hari demi hari Aku lalui… masa karantina pun tak terasa akan segera berakhir… Aku pun ingin mengajak Raysha ngobrol… sampai suatu waktu aku bertemu dengannya di Lift hotel…

Dan dewi keberuntungan memihak kepadaku… Di dalam lift aku hanya berdua dengan Raysha sehingga Aku dengan leluasa dan berbicara dengannya walaupun hanya beberapa menit saja…

Aku pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatanku…Akhirnya Aku bertanya kepada Raysha…

Hi Raysha… mengapa kamu begitu ketus kepadaku ? ” tanya Randy…

Aku?” Raysha berbalik memberi pertanyaan sambil menunjukkan telunjuknya kedepan hidungnya.

Iya ..Mengapa Engkau begitu ketus kepadaku ?” tanya Randy mengulang pertanyaan yang sama…

Aku cetus kepadamu karena Aku tahu maksud kamu …” jawab Raysha..

Dalam hati Aku pun berkata gadisini begitu sulit untuk ditaklukan.. benar-benar gadisyang sulit untuk didapatkan ..tetapi Aku semakin penasaran saja untuk mendekatinya…

Wow… maksudku ? Aku hanya ingin lebih dekat dan ingin mengenalmu lebih jauh.. itu saja maksudku… ”

Jadi benar hanya itu maksudmu ? ” tanya Raysha seperti memancing agar Aku berkata hal lain …tetapi Aku tahu bahwa ia sedang mengujiku.. maka Akupun balik bertanya kepada Raysha.

Raysha kalau kamu sudah tahu kenapa kamu begitu cetus.. Apa kamu tidak suka atau bagaimana? ”

Raysha tiba-tiba berkata :

Jadi gini ya Randy…. Kamu buktikan dulu deh bisa jadi Kaka di ajang ini dulu .. kalau kamu bisa lanjut mendekatiku…”

Aku sangat tidak percaya dengan ucapan Raysha barusan.. ini seperti anugerah tetapi anugerah yang mesti diperjuangkan.. karena Aku harus menang menjadi Kaka di daerah Pandeglang ini..

Setidaknya Aku harus menambah wawasanku tentang Pandeglang.. Sejarah Kabupaten Pandeglang, objek wisata , makanan khas, stasiun radio yang terkenal dan masih banyak hal lain yang harus aku ketahui tentang pandeglang…

Baiklah Raysha akan Aku buktikan kepadamu bahwa aku bisa menjadi kaka Pandeglang.”

Pintu lift pun terbuka… Raysha pun keluar dari lift menuju lobi hotel… Dia pergi dengan cepatnya sehingga Aku hanya bisa memandang bagian belakang tubuhnya…

Akupun tersenyum dan bertekad dalam hati bahwa Aku bisa menjadi Kaka Pandeglang dan tentunya Aku harus membaca lebih banyak materi tentang “Pandeglang”….

Seperti sangkuriang yang membuat perahu dalam satu malam.. Aku pun menghafalkan materi-materi tentang pandeglang begitu banyak…mulai dari sungai yang mengalir diantaranya Sungai Ciliman yang mengalir kearah barat, dan sungai Cibaliung yang mengalir kearah selatan. Bagaimana perekonomian Pandeglang yang berada di provinsi banten dan dimana letak pusat perekonomian di Kabupaten Pandeglang, serta masih banyak materi lain yang Aku hafalkan dan aku cerna.

Di malam ini pun Aku berusaha sekuat tenaga dan tidak menyerah sedikitpun..

Pokonya Aku harus bisa menjadi Kaka Pandeglang” tegasku dalam hati…

Malam yang dipenuhi dengan bintangpun berlalu…Sinar matahari yang begitu terang menggantikan cahaya bintang tandanya pagi sudah datang…

Pagi hari ini seluruh kontestan begitu sibuk mempersiapkan diri… Hari ini merupakan hari penentuan siapa yang akan menjadi Kaka dan Teteh Pandeglang… dan hari ini merupakan hari penentuan dimana Aku bisa mendekati Raysha lebih jauh.. sungguh gadisini luar biasa memberiku motivasi.. ketika pada awalnya Aku berfikir ajang ini hanya untuk iseng belaka tetapi prioritasku jadi berubah… ini bukan hanya iseng belaka..tetapi aku bersungguh-sungguh harus mendapatkan predikat itu …

Aku berdoa dan berharap keberuntungan akan menghampiriku…

…………………………………………………………………………………………….

Jarum jam tanganku menunjukkan sudah pukul tujuh malam… Bak seorang model seluruh kontestan Kaka dan Teteh Pandeglang berjalan mengitari panggung yang berbentuk seperti jalur catwalk ….

Para juri pun memperhatikan seluruh kontestan dengan seksama…mereka seperti hendak memilih kaka dan teteh yang akan mereka jagokan…

Para juri melihat bukan hanya dari hari terakhir saja.. tetapi mereka sudah memantau seluruh kontestan dari hari pertama karantina…

Setelah seluruh kontestan berada diposisi masing-masing, pembawa acara pun memperkenalkan seluruh kontestan pada para penonton dan juri…Dan inilah saat-saat yang ditunggu kontestan yang berasal dari daerah kecamatan mana yang bisa terus bertahan diatas panggung… dan ternyata Aku dan Raysha masih bertahan di atas panggung…

Sungguh luar biasa…. Karunia yang begitu indah Aku masih bisa berdiri diatas panggung dengan Raysha itu sangat mengagumkan…

Seluruh kontestan yang masih tersisa diatas panggung akan menjawab pertanyaan dari juri…Raysha tampil begitu menawan dan memukau seluruh juri yang ada.. ketika aku memperhatikan reaksi para juri mendengar jawaban dari Raysha.. sepertinya mereka sangat menyukai jawaban Raysha.. dan tanggapan positif terlihat dari rona wajah para juri…

Akhirnya salah satu juri pun memberikan pertanyaan kepadaku… pertanyaannya begitu sederhana…

Apa alasanmu berada di ajang pemilihan kaka dan teteh Pandeglang ?”

Ketika Aku mendapatkan pertanyaan seperti ini .. Aku sempat diam sejenak dan berkata…

Ada dua alasan saya berada di ajang ini.. Pertama ingin memajukan Pandeglang dengan menjadi duta wisata yaitu membantu pemerintah untuk memperkenalkan objek wisata dan kebudayaan ”

Lalu …..” Aku pun ragu untuk melanjutkannya…

Sang juri kemudian bertanya “Lalu apa ? ”

Akupun menjawab dengan sedikit gemetar “Alasan yang kedua adalah saya ingin mendekati gadisyang menantang saya untuk menjadi kaka pandeglang karena itu saya menjadi termotivasi..”

Para penonton, pembawa acara, dan para juri serentak tertawa mendengar jawabanku yang jujur dari hati…

……………………………………………………………………………………………

Aku pun tidak yakin bisa menang karena jawabanku yang begitu polos itu membuatku sangat ragu…tetapi Aku terus berharap…Dan harapanku menjadi kenyataan atau tidak setelah dewan juri memutuskan dan pembawa acara menyebutkan nama-nama dari pemenang…

Pemenang kaka persahabatan kaka dan teteh pandeglang sudah dipanggil… tetapi bukan namaku dan Raysha pun belum dipanggil…

Aku semakin gemetaran… detak jantung tidak karuan

Lalu pemenang kaka dan teteh favorit, dan wakil 2 dan wakil 1 sudah dipanggil … dan yang tersisa hanya Aku dan Raysha …

Pembawa Acara pun berkata “Inilah Kaka dan Teteh Pandeglang 2012 ”

Raysha dan Randy “

Aku dan Raysha saling berpandangan… lalu aku mendekati Raysha dan berbisik ke telinganya

Di Pandeglang Kaka Ketemu Teteh…”

Raysha pun menjawab bisikanku

Teteh ketemu Kaka di Pandeglang ”

Iklan

2 thoughts on “Di Pandeglang Kaka Ketemu Teteh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s